Rabu, 06 Mei 2009

pengukuran Daya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Landasan Teori
Dalam rangkaian listrik, komponen-komponen listrik dapat dirangkai dengan berbagai cara. Pada dasarnya ada dua jenis rangkaian, yaitu seri dan parallel.
Penghambat atau resistor adalah komponen listrik yang dibuat sedemikian sehingga komponen itu memiliki nilai resistor tertentu. Untuk berbagai keperluan, misalnya untuk mendapat nilai resistor yang lebih besar atau lebih kecil dari komponen yang tersedia, dua atau lebih resistor dapat dirangkai seri atau parallel atau gabungan seri dan parallel.
Selain nilai resistansi (R), tegangan (V), dan kuat arus (I), kita juga dapat memperhitungkan daya dari sebuah resistor dengan menggunakan persamaan :
P = Daya (W) V = Tegangan (V) I = Kuat Arus (A)

Pada rangkaian-rangkaian sederhana, resistor yang biasa digunakan adalah resistor yang mempunyai daya ½ - 1 watt. Sedangkan resistor-resistor yang berdaya besar banyak digunakan pada rangkaian-rangkaian yang lebih kompleks.

1.2 Tujuan Praktik
1.2.1 Dapat merakit 5 resistor sesuai skema.
1.2.2 Dapat mengukur nilai masing-masing resistor dan resistor totalnya.
1.2.3 Dapat mengukur tegangan masing-masing resistor.
1.2.4 Dapat mengukur arus masing-masing resistor.
1.2.1 Dapat menghitung besar daya masing-masing resistor.

1.3 Alat dan Komponen
1.3.1 Proto board
1.3.2 AVOmeter Analog
1.3.3 Resistor tetap : 820  2 buah, 1K2  2 buah, 680  1 buah
1.3.4 Kawat penyambung secukupnya
1.3.5 Alat tulis
1.3.6 Lembar kerja

1.4 Skema Rangkaian








1.5 Langkah Kerja
1.5.1 Ukurlah nilai resistansi tiap-tiap resistor tersebut dengan AVOmeter, dan hasilnya masukan ke dalam Tabel.
1.5.2 Rakitlah kelima resistor tersebut pada Proto Board sesuai dengan skema rangkaian di atas, dan ukurlah nilai resistansi total rangkaian resistor tersebut dengan manggunakan AVOmeter. Masukkan hasil pengukuran pada tabel.
1.5.3 Ukurlah tegangan pada tiap-tiap resistor tersebut dengan menggunakan AVOmeter. Masukkan hasil pengukuran pada tabel.
1.5.4 Ukur juga tegangan total pada rangkaian tersebut. Masukkan hasil pengukuran pada tabel.
1.5.5 Ukurlah arus pada tiap-tiap resistor tersebut dengan menggunakan AVOmeter. Masukkan hasil pengukuran pada tabel.
1.5.6 Ukur juga arus total yang mengalir pada rangkaian tersebut. Masukkan hasil pengukuran pada tabel.
1.5.7 Jawablah pertanyaan di bawah ini, dan tuliskan jawabannya pada lembar kerja.
1.5.8 Jika telah selesai, serahkan lembar kerja pada instruktur praktek.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tabel Percobaan
Tabel hasil percobaan yang dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2007
Tabel Perhitungan
No R (Ω) V (Volt) I (mA) P (mW)
1 820 2,419 2,95 7,14
2 820 2,419 2,95 7,14
3 680 4,012 5,9 23,67
4 1200 3,54 2,95 10,4
5 1200 3,54 2,95 10,4
Total 1690 9,971 5,9 58,8

Tabel Pengukuran
No R (Ω) V (Volt) I (mA) P (mW)
1 820 2,8 3 8,4
2 820 2,8 3 8,4
3 680 4,2 6 25,2
4 1200 3,8 3 11,4
5 1200 3,8 3 11,4
Total 1690 10 6 60








2.2 Analisis Data





Rangkaian ekuivalen

Rt = 410 Ω + 680 Ω + 600 Ω = 1690 Ω
= =

Perhitungan Kuat Arus :
I1 I2 I3
I4 I5

Perhitungan Daya :
P1 V1 . I1 P3 V3 . I3

P2 V2 . I2 P4 V4 . I4

P5 V5 . I5 Pt Vt . It













BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Pengukuran nilai hambatan, tegangan, dan arus pada percobaan ini menggunakan AVOmeter, sedangkan nilai P (daya) resistor didapatkan dengan cara mengalikan hasil pengukuran tegangan (V), dengan kuat arus (I), sesuai dengan persamaan untuk mencari nilai daya, yaitu (P V . I).

3.2 Saran
Untuk hasil yang lebih baik hendaknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Dalam membaca resistor dengan AVOmeter, sebaiknya lakukanlah pengkalibrasian terhadap AVOmeter terlebih dahulu.
2. Lebih teliti lagi dalam merangkai skema rangkaian yang akan diujicobakan.
3. Lebih teliti lagi dalam mengukur hambatan, tegangan, dan arus pada resistor, baik itu dengan AVOmeter ataupun dengan membaca kode warna. Pada saat mengukur dengan AVOmeter, sebaiknya pencatatan nilai yang ditunjukkan oleh jarum AVOmeter dilakukan oleh satu orang saja (yang memiliki penglihatan lebih teliti) dengan sudut pandang yang tidak berubah-ubah agar kesalahan paralaks dapat diminimalisir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar